News

Rapatkan Barisan, Ormas Jogja Dukung Perppu Ormas

Jogja – Aliansi Bela Garuda (ABG) menggelar sarasehan dengan tema ‘Mendukung Perppu Nomor 2 Tahun 2017 Untuk Keutuhan NKRI’ di Dhalem Nata Tarunan Pakualaman, Yogyakarta, Minggu (30/7).

Dalam acara tersebut tampak hadir seratusan tamu undangan dari berbagai kelompok masyarakat Jogja, antara lain dari Banteng Manunggal Perjuangan DIY (BAMPER) yang dipimpin oleh ketua BAMPER Hendry bersama 100 orang anggota.

Kemudian hadir pula Gerakan Mahasiswa Aksi Budaya Waspada Nusantara (GAMIS ABUNAWAS) yang dipimpin langsung ketua GAMIS ABUNAWAS Yoyok Suryo berserta 20 anggota. Dan hadir pula Perwakilan BEM se-Yogyakarta, serta Pengurus ABG Fedro Indarto dengan jumlah massa 20 orang. Selain itu tampak hadir juga perwakilan dari JOXZIN Jogja dan perwakilan KNPI kotaYogyakarta.

Sarasehan tersebut diisi oleh narasumber antara lain Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga DR. KH Waryono Abdul Ghafur, Kaprodi Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Atmajaya Bambang Kusumo Prihandono, MA, dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Widya Mataram, Edy Chrisjanto, SE, SH, MH.

Perwakilan ABG Fedro Indarto menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran para tamu undangan. Menurut Fedro, kegiatan sarasehan ini digelar ABG sebagai bentuk representatif dan komitment dalam mendukung kebijakan pemerintah menerbitkan Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang Ormas. Diantaranya untuk menertibkan ormas Hizbut Tahrir Indonesia yang secara nyata ingin mengganti ideologi Pancasila dan NKRI dengan konsep khilafah.

“Dengan demikian Aliansi Bela Garuda memiliki pandangan yang sama dengan BAMPER, JOXZIN, KNPI secara tegas menolak akan keberadaan ormas tersebut, dengan demikian Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 harus tetap di pertahankan demi keutuhan bangsa Indonesia,” kata Fedro.

Menurut Narasumber pakar hukum Edy Chrisjanto, SE, SH, MH, kebijakan pemerintah menerbitkan Perppu tentang ormas itu merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945.

“Pancasila merupakan kosensus yang agung telah disepakati para pendiri bangsa Indonesia mutlak sebagai ideologi bangsa Indonesia yang tidak dapat diganggu gugat dan tergantikan dan wajib di pertahankan demi kebhinekaan bangsa Indonesia. Menyikapi banyaknya polemik yang muncul dengan penerbitan Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang ormas pemerintah telah mengkaji secara seksama, bahwa ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 wajib dibubarkan seperti Ormas Hizbut Tahrir Indonesia,” kata Edy.

Menurut Edy, HTI sudah melakukan pengingkaran terhadap pancasila sebab sudah terbukti mengkampanyekan paham khilafah yang jelas bertentangan dengan Pancasila. Apalagi dasar pembubaran HTI juga didukung oleh Undang-undang Dasar 1945 pasal 22 ayat 1 yang berbunyi “apabila Pemerintah dalam keadaan genting dan memaksa dapat menerbitkan perppu.”

“Dengan demikian untuk menjaga keutuhan berbangsa dan berbegara perpu tersebut harus diterapkan dan di relasisaikan demi persatuan bangsa dari ancaman ormas yang akan memecah belah bangsa indonesia,” tukasnya.

Ditambahkan pakar Sosiolog FISIP Universitas Atmajaya, Bambang Kusumo Prihandono. MA, dalam Konfrensi Asia Afrika tahun 1962 Presiden Soekarno sudah menyampikan bahwa Pancasila merupakan sumbangan indonesia terhadap dunia. Pancasila sebagai nilai dasar, filosofi dasar sebagai bangsa indonesia dalam toleransi internasional.

Dijelaskan Bambang, Pancasila merupakan sebuah keinginan dan cita-cita luhur dalam kehidupan sosial keberagaman. Bahkan Presiden Soekarno sebagai pendiri bangsa Indonesia dalam pernyataan nya mengatakan “Jikalau saya peras yang 5 (lima) menjadi 3 (tiga) dan yang tiga menjadi 1 (satu)” Negara Indonesia adalah negara Gotong Royong.

“Dengan demikian, keutuhan negara dalam bingkai Pancasila harus di pertahankan. Penerbitan perppu no 2 tahun 2017 terkait pengaturan Ormas dianggap menjadi bibit fasisme dalam pemerintahan indonesia banyak menuai penolakan dari berbagi ormas, akan tetapi langkah pemerintah dalam hal penerbitan perppu merupakan suatu keharusan dalm menjaga keutuhan NKRI. Apabila ada beberapa ormas yang tindakan melakukan pengingkaran terhadap Pancasila hal tersebut dapat di artikan akan menjadi pemicu timbulnya bibit-bibit fasisme yang akan mengancam keutuhan bangsa Indonesia,” bebernya.

Senada dengan pendapat narasumber sebelumnya, tokoh agama yang juga menjadi Pembantu Rektor III Bidang Kemahasiswaan UIN Sunan Kalijaga, DR. KH Waryono Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa keputusan pemerintah menerbitkan Perppu Ormas merupakan bagian dari Qimayatun Daullah yang berarti tugas pemerintah dalam menjaga negara.

“Nahdatul Ulama dalam bukunya Hubul Waton Minal Iman bahwa sepakat bahwa NKRI harga mati dan meletakan Pancasila sebagai ideologi final bangsa indonesia dan harus di pertahankan demi kerukunan antar umat beragama. Agama Islam tidak pernah mengatur bentuk negara. Jadi apa yang di kampanyekan oleh Hizbut Tahrir Indonesia sangat bertentangan dengan pancasila. Hizbut Tahrir Indonesia hanya mengedepankan label praktik sosial dan kegiatan politik dan tidak memiliki referensi mutlak untuk menjadikan khilafah, dengan demikian Hizbut Tahrir Indonesia harus dibubarkan agar Kebhinekaan bangsa indonseia tetap terjaga,” jelasnya.

Selanjutnya, ketua Aliansi Bela Garuda Anang zahron membacakan pernyataan sikap yang mendukung pemerintah menerbitkan dan menjalankan Perppu nomor 2 tahun 2017 tentang ormas. Termasuk mendukung pencabutan legalitas HTI oleh Kementerian Humum dan HAM pada 19 Juli 2017 lalu.

“Aliansi Bela Garuda sebagai sebuah wadah silaturahmi yang mengakomodir beberapa elemen masyarakat, organisasi masa, aktivis, intelektual dan budayawan. Seluruh elemen yang tergabung dalam Aliansi Bela Garuda yakni GP Ansor, Banser, Joxzin, Gamis Abu Nawas, Merapi, Bamper dan Gassak Secara tegas menyatakan dukungan terhadap kebijakan pemerintah tersebut,” tegas Anang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Garisdua sebuah portalmedia untuk merawat kebersamaan menghindari perpecahan.

Copyright © 2015 Garisdua.com.

To Top
Close