Hukum

Dibalik Kritikan OTT Recehan Ada Upaya Pelemahan KPK

Jakarta – Perdebatan tentang OTT recehan terjadi di tengah kritik beberapa pihak atas hak angket DPR atas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) karena dianggap bermotif untuk melemahkan lembaga antikorupsi itu.

Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (Jari 98) Willy Prakarsa pun menyatakan dukungannya pada KPK di tengah polemik pelemahan lembaga antirasuah tersebut. Dia menegaskan bahwa pihaknya tak ingin KPK dilemahkan.

“KPK harus kuat dan upaya pemberantasan korupsi tidak boleh melemah. Negara kita masih membutuhkan upaya-upaya luar biasa memberantas korupsi,” ungkap Willy, hari ini.

Tak hanya menyatakan mendukung KPK, Willy juga tidak ingin siapa pun memikirkan cara melemahkan KPK. Sebaliknya, ia meminta siapa pun terus mendukung KPK tetap independen dan kuat memberantas korupsi.

“Dan pemikiran itu harus menjadi landasan kita bersama dalam semua langkah, pembuatan keputusan yang berkaitan dengan KPK. Jangan ada pikiran melemahkan KPK,” tegas Willy.

Dia melanjutkan terkait kritikan tagar OTT recehan, bahwa besaran uang yang diperoleh dalam OTT tidak bisa jadi ukuran kinerja KPK.

“Masyarakat puas kok, yang merasa usil dan gak puas kan pihak pernah terseret pusaran korupsi. Jadi digaungkan terus agar KPK lemah. Berapapun OTT sah-sah saja KPK memproses,” jelasnya.

Masih kata Willy, fenomena tagar itu sebenarnya sebagai isyarat ‘ketidaksukaan’ atas tindakan yang dilakukan oleh KPK. Dan suara seperti ini sebenarnya sudah lama ada dan berkembang di institusi penegakan hukum yang menjadi sasaran penegakan hukum oleh KPK.

“Kini kita jadi tahu dan gamblang positioning orang-orang itu yang ikut andil arahnya untuk pelemahan KPK,” sebutnya.

Lebih jauh, Willy menyebutkan bahwa yang ditindak itu kan perilakunya, berkompromi untuk melakukan sesuatu yang menyimpang, soal angka tidak terlalu penting.

“Ini justru menunjukkan, murah sekali harganya kalau untuk menggerakkan penegak hukum untuk mengikuti kemauan orang yang membayar. Kalau orang terima uang besar, terus mau melanggar hukum, itu sudah biasa, tapi ini uang kecil saja orang mau melanggar hukum,” tandasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Garisdua sebuah portalmedia untuk merawat kebersamaan menghindari perpecahan.

Copyright © 2015 Garisdua.com.

To Top
Close