Hukum

Klaim Visa Rizieq Unlimited, Ngaco !! Kemenlu: Visa Itu Hanya Single atau Multiple

Jakarta – Pengacara tersangka kasus chat berbau pornografi Rizieq Shihab, Kapitra Ampera, sempat mengklaim bahwa kliennya tersebut mendapatkan visa yang tidak memiliki masa kadaluarsa (unlimited), sehingga tidak heran kalau yang bersangkutan tak kunjung pulang ke tanah air. Namun klaim ini dibantah oleh Direktorat Jenderal Imigrasi yang menyatakan bahwa visa unlimeted tersebut tidak ada dan tidak pernah ada.

“Enggak ada visa unlimited. Visa itu hanya single atau multiple,” kata Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Agung Sampurno, sebagaimana dikutip laman Kompas.com, Senin (12/6).

Keduanya diberikan oleh suatu negara kepada negara asing yang hendak memasuki negara yang bersangkutan (negara tujuan). Bedanya, jika visa single merupakan izin masuk yang hanya bisa digunakan sekali saja, maka visa multiple bisa digunakan berkali-kali. Tetapi sekalipun bisa diggunakan berkali-kali, namun tetap ada batas waktunya, alias bisa kadaluarsa.

Selanjutnya, Agung menegaskan bahwa visa atau izin masuk berbeda dengan izin tinggal. Sementara keberadaan Rizieq di Arab Saudi, menurutnya, merujuk pada ijin tinggal (stay permit). Tetapi ijin tinggal ini pun tidak ada yang unlimeted, dalam arti kata, tetap ada masa kadaluarsanya.

Persianya, ada izin tinggal dalam jangka waktu yang pendek, di mana berlaku di atas tiga hari, sedangkan izin tinggal jangka panjang berlaku di atas satu tahun.

“Enggak ada dalam sejarah dunia itu visa seumur hidup. Pasti ada batasannya, adanya kewarganegaraan, tapi permanent resident itu juga tetap dibatasi,” tegasnya.

Sebagaimana diketahui, Kapitra Ampera selaku pengacara Rizieq FPI, menuturkan bahwa kliennya tersebut telah mendapatkan visa khusus kunjungan dari Kerajaan Arab Saudi, di mana hal itu tak memiliki masa kadaluarsa.

“Habib Rizieq baru chat saya, dia dapat visa khusus dari Kerajaan Saudi. Waktu awal dia berangkat dapat visa khusus, sampai kapan aja, unlimited days,” kata Kapitra, Minggu (11/6) malam.

Sebagaimana diketahui, Rizieq sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus chat WhatsApp berbau pornografi oleh pihak kepolisian. Bahkan polisi sudah mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk Rizieq, karena tak kunjung pulang ke tanah air untuk menjalani pemeriksaan dari penyidik Polda Metro Jaya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Garisdua sebuah portalmedia untuk merawat kebersamaan menghindari perpecahan.

Copyright © 2015 Garisdua.com.

To Top
Close