Hukum

Batal Pulang ke Tanah Air, Rizieq Ngeles Katanya Rawan Dipolitisasi

Jakarta – Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Sugito Atmo Prawiro, mengatakan bahwa kasus yang menjerat kliennya rawan dipolitisasi, oleh karena itu Rizieq tidak akan pulang ke Indonesia pada hari ini, Minggu (11/6).

“Kalau pulang hari ini belum. Kemungkinan bisa sebelum lebaran atau setelah lebaran,” ujar Sugito, saat dikonfirmasi, Minggu (11/6).

Menurut Sugito, Rizieq merasa kepolisian belum bersikap netral dalam menangani kasus hukum yang menjerat Pimpinan FPI tersebut. Oleh karena itu, kliennya membatalkan kepulangannya ke tanah air hari ini.

“Ya alasannya merasa bahwa kepolisian masih belum netral terhadap proses pemeriksaannya,” tandas dia.

Sugito menyebut, bahwa kliennya juga khawatir kasus chat WhatsApp berkonten pornografi tersebut rawan dipolitisasi oleh pihak yang selama ini bersebrangan oleh Rizieq.

“Khawatir nanti akan ada politisasi,” tegasnya.

Sugito, menambahkan, terkait visa Rizieq yang akan habis pada Senin (12/6) besok, kliennya selalu menekankan bahwa dimanapun keberadaannya harus legal.

“Kalau yang visa, Habib itu selalu menekankan dimanapun berada harus legal. Jadi kalau misalnya habis besok, jadi harus pulang besok. Tapi kalau misalnya tidak pulang, berarti dia sudah ngurus visa,” pungkas Sugito.

Seperti diketahui, Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dan Firza Husein. Penetapan tersangka dilakukan pada (29/5) silam.

Sejak saat itu hingga hari ini, Rizieq disebut-sebut masih berada di Arab Saudi untuk keperluan studinya.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

Garisdua sebuah portalmedia untuk merawat kebersamaan menghindari perpecahan.

Copyright © 2015 Garisdua.com.

To Top
Close